Strategi Pemasaran Beras Merah Organik

Strategi Pemasaran Beras Merah Organik

 

1.    Segmenting, Targeting  dan Positioning (STP)

A.   Segmenting

segmentasi diartikan sebagai proses mengelompokkan pasar dari yang heterogen menjadi homogen. Adapun yang menjadi segmentasi konsumen Beras Merah Organik sebagai berikut:

·         Demografi

a.    Usia                 : 25-60 tahun

b.    Jenis Kelamin : Laki-laki dan Perempuan

c.    Pendidikan      : Tingkat SMA dan Sarjana

d.    Pekerjaan        : Pegawai Swasta, PNS dan Wirausaha

e.    Pendapatan     : Menengah dan menengah ke atas  (> 3.500.000)

·         psikografi

a.    karakteristik      : Aktif, modern dan mapan

b.    Gaya Hidup      : Tingkat konsumsi cukup sering, kesiapan terhadap pembelian produk cukup tinggi dan sikap terhadap manfaat produk adalah positif.

 

B.    Targeting

Targeting adalah proses mengevaluasi segmentasi dan pemfokusan strategi pemasaran pada suatu kelompok konsumen yang potensial untuk memberikan respon. Adapun yang menjadi target konsumen Beras Merah Organik adalah Ibu rumah tangga dan masyarakat pada umumnya. Hal ini karena ibu rumah tangga lah yang biasanya menyiapkan seluruh menu makanan. Sehingga kaum perempuan merupakan konsumen yang sangat potensial.  Masyarakat menengah dan menengah ke atas, serta  Masyarakat dengan gaya hidup ingin sehat dan penjualan lebih difokuskan pada skala besar seperti ke swalayan-swalayan.

 

C.   Positioning

Positioning addalah bagaimana produk dapat didefinisikan oleh konsumen atas dasar atribut-atribut yang menyertai dibandingkan dengan produk lain. Beras Merah Organik masuk kedalam kategori benefit potitioning dimana menawarkan manfaat dari produk. Beras Merah Organik memiliki banyak manfaat khususnya di bidang kesehatan karena memiliki jumlah karbohidrat yang lebih rendah dari beras biasa dan tanpa adanya pestisida. sehingga penjualan difokuskan pada kelas ekonomi menengah ke atas

 

2.    Bauran Pemasaran

Bauran pemasaran merupakan satu perangkat yang terdiri dari produk, harga, promosi dan distribusi, yang didalamnya akan menentukan tingkat keberhasilan pemasaran dan semua itu ditujukan untuk mendapatkan respon yang diinginkan dari pasar sasaran. Bauran pemassaran Beras Merah Organik Meliputi :

1.       Bauran produk  :

a.    Kualitas produk : rasa nasi, kepulenan nasi, aroma nasi, kemasan, volume, merek, makanan yang sehat dan aman bagi keluarga (tidak menggunakan bahan pengawet dan 100% bahan asli).

b.    Kemasan            : desain kemasan yang dapat memberikan keindahan dan melindungi isi produk serta memberikan informasi mengenai produk

c.    Variasi ukuran produk : 2 Kg dan 5 Kg

d.    sertifikasi produk



2.       Bauran harga : harga yang ditawarkan cukup terjangkau untuk manfaat produk yang didapatkan yaitu sebesar 60.000 untuk kemasan 2 Kg dan 150 untuk kemasan 5Kg, harga yang sesuai dengan pasar.

3.       Bauran promosi : promosi dilakukan melalui media cetak berupa majalah, banner, baliho dan pamflet serta menggunakan media sosial (instagram, tik-tok, facebook, twitter, youttube dan web) dan mengikuti event pameran.

4.       Bauran tempat    : dipilih lokasi pabrik yang memiliki akses mudah terhadap berbagai mode transportasi baik darat maupun air. disisi lain transaksi dapat dilakukan tanpa melihat lokasi tempat karena melayani penjualan secara online.

 

3.    Contoh Promosi di Media


4.    Daya Saing Beras Organik di Pasar Asean

Pemahaman tentang konsep keunggulan komparatif dan kompetitif sangat diperlukan dalam membangun kelembagaan kemitraan usaha yang berdaya saing. terdapat dua konsep pengukuran daya saing yaitu keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif.

·         Keunggulan komparatif yang dimiliki pada usaha beras merah organik ini adalah dimana menghasilkan satuan nilai tambah produk beras organic baik harga sosial mauoun private, dan kebutuhan sumber daya domestic lebih kecil.

·         keunggulan kompetitif    :

a.    Harga      : harga produk yang lebih murah da disbanding dengan harga pesaing namun harga hanya terpaut sedikit dikarenakan tingginya harga kemasan dan biaya sertifikasi lahan secara sosial pada usahatani beras organik.

b.    Kualitas   : Produk beras merah organic memiliki kelebihan pada rasa nasi, kepulenan nasi, aroma nasi, kemasan, volume, merek, makanan yang sehat dan aman bagi keluarga serta tidak menggunakan bahan pengawet dan 100% bahan asli).

c.    Kemasan   : kelebihan dari kemasan produk ini yaitu terdapat dua kemasan yaitu: kemasan plastik dan karton dimana kemasan memiliki ketahanan untuk menjaga isi produk dan kemasan yang easthetic (memberikan keindahan) pada produk sehingga dapat meningkatkan minat konsumen terhadap produk.

d.    Biaya produksi : Kegiatan produksi financial usahatani baik  berjalan efektif dan memiliki daya saing di pasar dunia sehingga memiliki peluang eskpor yang cukup besar. dan tetap mampu bertahan tanpa adanya subsidi pemerintah.

Strategi Peningkatan Daya Saing Beras Organik di ASEAN:

-Meningkatkan kualitas dan meminimumkan biaya produksi

-Bermitra dengan petani dengan petani untuk menjaga kontinyuitas produk

-Dukungan pemerintah berupa subsidi dan kebijakan ekspor

-Pembinaan dan pelatihan petani

-Pembentukan lembaga khusus yang menangani penyediaan input organic.

 

·         Pencapaian Target Omset

Untuk mencapai target omset, penjualan harian yang harus dicapai yaitu 556Kg dengah harga jual perkilo Rp. 60.000 sehingga dalam sebulan memperoleh omset lebih dari Rp. 1.000.000.000,-.

 

Nama : Regina Secar L.N

NIM : 180321100109

Menper : C


Komentar